Kami tetap ke Masjid walau bumi kami terus di bedil!

Sungguh menakjubkan mental dan keimanan warga Gaza. Di tengah gemuruh pesawat tempur Israel yang menjatuhkan bom-bom yang menghentam bumi, warga Gaza tetap melangkahkan kaki ke masjid saat suara azan berkumandang.Pemandangan ini terlihat di kawasan Syaikh Radwan, di barat Gaza. Tatkala suara azan berkumandang dari masjid Al-Taqwa yang sudah kehilangan menaranya akibat bedilan bom pasukan Zionis, warga kota itu terus saja berkumpul di masjid untuk menunaikan solat berjamaah.

“Apabila mendengar suara azan, mereka akan berkunjung ke masjid. Setiap hari, kami solah di antara reruntuhan masjid kami,” kata imam Masjid Al-Taqwa.

Lebih dari 50 masjid di Jalur Gaza hancur oleh bom-bom yang dimuntahkan pesawat-pesawat tempur Israel. Serangan terburuk menimpa Masjid Ibrahim Al-Maqadma. Masjid itu itu dibom saat warga Gaza menunaikan solat, yang menyebabkan 16 jamaah syahid dan beberapa jamaah lainnya cedera.

Walaupun masjid-masjid mereka hancur, warga Gaza tetap berduyun-duyun ke masjid saat mendengar panggilan solat dan pemandangan seperti ini hampir terlihat di seluruh Gaza.

“Warga Gaza dicekam kesedihan ketika melihat serangan Israel menghancurkan masjid-masjid mereka. Tapi, tatkala mendengar suara azan keesokan harinya, mereka kembali semangat,” ujar Awad Al-Sha’er, imam Masjid Khulafa Rashidiin di utara Gaza.

“Apapun yang terjadi, masjid-masjid kami akan tetap penuh. Kami tidak akan pernah membiarkan penjajahan menjadikan masjid-masjid kami kosong,” tegas Al-Sha’er.

Warga Gaza berani mengambil risiko terkena bom atau ditembak pasukan Israel setiap kali mereka berangkat ke masjid. “Diam di rumah pun, tidak membuat kami aman. Jika memang sudah saatnya bagi kami untuk mati, maka kami akan mati,” ungkap Abu Anas Al-Zahama, salah seorang warga Gaza yang selalu solat berjamaah di masjid.

Selain menjadi tempat ibadah, masjid-masjid di Gaza juga berfungsi untuk membantu meringankan penderitaan warga Gaza sepanjang agresif biadab Israel ke wilayah itu.

“Sejak perang dimulai, masjid-masjid mengintensifkan bantuan untuk warrga Gaza. Bukan hanya bantuan makanan, kami juga memberikan rawatan dan kewangan,” kata Mohammaed Anshour, imam Masjid Al-Bukhari.

Masjid Yarmuk di Gaza City melaksanakan tanggungjawab dengan menghulurkan bantuan untuk warga awam yang rumahnya hancur oleh serangan pasukan Zionis. Dan tanggungjawab kewangan ini disambut juga oleh warga Gaza lainnya. Meski menderita akibat serangan pasukan Zionis, warga Gaza masih mampu memberikan sumbangan untuk menolong saudara-saudaranya yang lain. Satu lagi pemandangan menakjubkan di Gaza.

Ahmad, seorang anak yang cacat berusia 8 tahun misalnya, menyumbangkan semua wang yang ada padanya. Begitu pula Abu Ammar, seorang pedagang, menyumbangkan selimut dan pakaian untuk warga yang menduduki penempatan pelarian di sekolah-sekolah yang dikelola UNRWA.

“Kita harus tetap bersatu dan masjid-masjid kami akan selalu menunjukkan sikap kesatuan itu. Semangat semacam ini, membuat kami tidak mudah dikalahkan,” kata seorang warga Gaza yang sedang menyumbangkan wangnya ke sebuah masjid. Subhanallah… (ln/iol)

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

Related Posts