Kebersamaan Kita Dalam Perjuangan Membebaskan Palestin

Permasalahan Palestin sejak mendekati satu abad ini menjadi orbit asasi terhadap pertikaian abadi antara projek penjajahan zionis Amerika dan bangsa Arab serta umat Islam, seakan pertikaian ini sudah mengakar dan menyatu dalam negeri Palestin, perampasan yang dilakukan oleh tangan-tangan najis zionis, dan penguasaan mereka atas negeri-negeri Eropah dan negeri Islam, bahkan kekuasaan mereka sebagai satu Negara menjadi anggota dalam tubuh PBB, mencerai beraikan rakyat Palestin dan mengusirnya dari negeri mereka sendiri dalam jumlah yang sangat besar hingga sekitar 7 juta orang, dan yang hidup di dalam Jalur Gaza dan Tepi Barat berjumlah 5 juta, hingga saat ini pertikaian masih terus berlangsung. Namun generasi-generasi baru tetapkan muncul bersamaan dengan orang tua dan datuk-datuk mereka yang mujahid, membentuk kelompok-kelompok dan lembaga-lembaga perlawanan melawan zionis sang teroris, dan perlawanan ini juga terus berlangsung dan bertambah kuat dan tetap teguh dari hari ke hari.

Dan disaat perjalanan permasalahan Palestin yang penuh darah ini, bangsa Palestin dihadapkan pada berbagai konspirasi, sehingga berkobar pelbagai peperangan, pembunuhan, pembantaian, penjara dan penangkapan..semua itu dan banyak lagi yang dilakukan oleh Zionis; tipu daya yahudi Zionis dan sebahagian gonggongan dan makar mereka, disamping adanya dukungan dan taktik dari kekuatan yang besar di dunia, terutama dari Amerika; dengan berbagai kekuatan, pasukan dan kekejiannya, namun pasukan perlawanan yang muncul sejak pertengahan pertama abad yang lalu yang dibawa oleh para mujahidin terus berjuang dan berjihad -sekalipun pelbagai usaha jahat si Zionis Yahudi lakukan ke atas mereka. Semakin hari semakin berkobar aksi kebangkitan dan intifadhah, menggelorakan pasukan perlawanan, dan membangkitkan kembali pasukan Izzuddin Al-Qossam dan para pasukan perlawanan Fatah dan Al-Jihad serta yang lain-lainnya dari para generasi dan anak-anak Palestin yang mujahid dan ikhlas.

Demikianlah pasukan perlawanan yang berdiri tegak menghadang bahaya dan berbagai ancaman; enggan membiarkan anak-anak dan pemuda mereka yang menjual kehidupan dunia dengan akhirat kecuali ikut serta dan bertarung masuk ke khandak Al-Jihad; sehingga Allah… Allah wahai umat yang mencintai kebaikan.. intifadhah harus terus berjalan… kerana itulah jihad; kemenangan dan syahadah.

Semenjak dimulai operasi Zionis Yahudi dengan kekuatan pasukannya terhadap Palestin; imam Al-Banna mengumandangkan para pendukung dan simpatisannya untuk berjihad di Palestin melawan pendudukan dan penjajahan zionis di dalamnya, berusaha dengan kekuatannya memperluas dan memperlebar lintasan dan bantuan bagi para mujahidin di Palestin, beliau dan para ikhwan berusaha memberi komitmen yang tinggi dalam permasalahan Palestin dan fenomena perseteruan dan agresi zionis terhadap bumi yang disucikan bagi seluruh umat dan dunia, dan menjadikan permasalahan Palestin sebagai permasalahan utama.

Dan pada akhir tahun 40 an sayap militer al-ikhwan dari Mesir dan lain-lainnya bergerak dan masuk ke negara Palestin untuk berperang, mereka bahu membahu, saling tolong menolong bersama para mujahidin dan penduduk Palestin, namun adanya konspirasi musuh menjadikan imam Al-Banna hidupnya harus dengan harga yang mahal, sehingga beliau mendapatkan syahadah dengan jiwa yang penuh dengan kerelaan di jalan dakwah dan permasalahannya, dan sebahagian al-ikhwanpun ada yang dimasukkan ke dalam penjara.

Namun sejak saat itu hingga sekarang tidak pernah terputus hubungan dengan permasalahan dalam berbagai bentuknya dengan warga Palestin, dan tidak dimungkiri oleh seorangpun akan pertumbuhan pemimpin dari para anak dan generasi Palestin, diantara mereka adalah Abu Ammar, Abdullah Azzam, Ahmad Yasin dan kawan-kawannya, serta yang lainnya; diantara mereka ada yang mendapatkan ajalnya, dan ada yang menunggu hingga ajal dan tidak berubah sedikitpun diantara mereka keyakinannya.

Berikut ini kami sebutkan realit dan dasar-dasar yang harus disadari bagi semua untuk kemerdekaan bumi Palestin:

1. Bumi Palestin adalah bumi yang suci, dan masjid Aqsha adalah salah satu dari dua kiblat dan ketiga dari tempat-tempat yang disucikan oleh umat Islam, dan bumi ini dan tempat-tempat suci lainnya menjadi tanggungjawab umat untuk berusaha dimerdekakan, melindungi dan mempertahankannya, dan tidak boleh seorangpun untuk mundur walaupun sejengkal menjauh dari bumi Palestin, atau tidak peduli dengan bumi Palestin, ini semua merupakan tanggungjawab jamaah, dan kewajiban syar’i bagi kita semua.

2. Warga Palestin adalah pemilik hak dalam menentukan nasib mereka; baik dalam memilih pemimpin mereka dan menentukan hukum, mengurus segala urusan Negara mereka, dan kita tidak berhak menghalang urusan dalalam mereka, walaupun kita memiliki hak atas mereka -dengan ukhuwah Islam dan tanggungjawab kota-kota suci -dalam memberikan nasihat, bantuan dan dukungan, dan berdiri disamping mereka dengan berbagai cara dan saranan yang disyariatkan; sehingga mereka mendapatkan kemerdekaannya, mendirikan Negara yang merdeka secara penuh atas bumi Palestin yang ibu kotanya adalah Al-Quds, tidak ada seorangpun yang memiliki hak melakukan dialog damai sebagai wakil dari mereka; baik dalam skala lokal, nasional dan dunia.

3. Perlawanan adalah merupakan hak yang disyariatkan dan merupakan kewajiban Islam, yang dijamin oleh undang-undang, amnesty dan kesepakatan antarabangsa, yang merupakan saranan abadi dan klasik untuk mengembalikan hak-hak dan kemerdekaan negeri; kerana itu kami bersama pasukan perlawanan; dalam pengorbanan, sumbangan dan tebusan, dengan berharap kurnia dari Allah SWT.

4. Umat Islam dan non muslim dari warga Palestin memiliki hak untuk hidup di bumi dan negeri Palesina, kerana mereka sebagai warga asli yang memiliki hak untuk hidup dan tinggal disana, sesuai dengan prinsip: “Bagi mereka apa yang diberikan untuk kita, dan atas mereka -hukuman- terhadap apa yang ditimpakan atas kami”.

5. Perkhilafan antara kelompok perlawanan Palestin yang terjadi hingga saat ini merupakan perpecahan yang harus segera dilenyapkan; terjadi kerana adanya makar dan muslihat Zionis dan diiringi dengan kelemahan yang diderita oleh rezim Arab dan Negeri-negeri Islam, dan oleh kerana perilaku dari sebahagian individu tertentu  yang mahu mengambil kesempatan (pemilik tujuan peribadi) dan hawa nafsu, yang harus segera dicarikan penyelesainya dengan melakukan dialog, kecintaan, ukhuwah dan itsar, pemantauan dan dukungan serta bantuan dari umat yang merupakan suatu kewajiban, dan kami menyadari akan kepentingan itu sehingga kami tetapkan jiwa kami untuk berkhidmah untuk melakukan penyelesaian permasalahan ini dan memberikan segala apa yang mampu kami berikan untuk kejayaan dialog ini.

6. Membuka sekatan dan menghilangkan derita yang dialami oleh warga Palestin, khususnya di Jalur Gaza, yang merupakan kewajiban atas seluruh Negara-negara Arab dan Islam, memberikan dukungan dan bantuan merupakan kewajiban atas umat, dan memberikan jaminan kepadanya kemudahan penyaluran bantuan, membukan jambatan dan lintasan pada garis teritori yang merupakan kewajiban atas lembaga-lembaga tertentu.

Dari ini semua kami memberikan peringatan akan pentingnya menghancurkan monopoli Zionis terhadap perekonomian di jalur Gaza, dan khususnya pada bidang sumber alam, lampu, elektrik, air, makanan dan ubat-ubatan serta peringkat-peringkat pengeluaran, industri di dalam jalur tersebut.

7. Negara Palestin merupakan salah satu anggota dalam lembaga “Persatuan Negara-negara Arab” dan lembaga “KTT Arab”; kerana keduanya merupakan lembaga yang harus menunjukkan kewujudan dan peranannya dengan berbagai saranan dan cara untuk mendukung dan memihak terhadap warga Palestin, berdiri tegak disamping mereka bersama pasukan perlawanan Zionis penjajah; sehingga mereka dapat mendirikan Negara mereka yang bebas merdeka dalam erti kata yang sebenarnya.

8. Menolak segala bentuk penyelesaian alternatif dari mendirikan Negara merdeka khususnya Tepi Barat dan Jalur Gaza, dan warga Palestin. dan umat tidak mungkin menerima bersama mereka untuk menyelesaikan itu semua atau dari keduanya bersama negera-negara tetangga.

9. Keragaman dan keberagaman oleh kerana adanya kelompok-kelompok dan lembaga-lembaga dari komponen bangsa Palestin baik di dalam mahupun di luar negeri Palestin merupakan perkara thabi’i (natural), sementara itu saling membantu, dan saling melengkapi serta mengedepankan ruh ukhuwah dan dialog merupakan prinsip yang asas dalam rangka mewujudkan misi dan tujuan, bahawa sasaran yang ingin dicapai adalah kemerdekaan dan mendirikan Negara Palestin yang bebas merdeka yang ibu kotanya adalah Al-Quds.

Jika perkara-perkara ini merupakan perwujudan dari tsawabit (ketetapan) dan kilas balik dalam perjalanan menuju kemerdekaan; maka tanggungjawab umat terhadap bumi Palestin; baik Negara, kota-kota suci dan warganya, dan mendirikan negara Palestin merupakan tanggungjawab umat; baik pada masa dahulu, saat ini dan mendatang… dan akan tetap kekal berada di pundak seluruh umat sehigga tercapai cita-cita mereka iaitu kemerdekaan yang diidam-idamkan

وَيَوْمَئِذٍ يَفْرَحُ الْمُؤْمِنُونَ* بِنَصْرِ اللَّهِ

“Dan di hari (kemenangan bangsa Rumawi) itu bergembiralah orang-orang yang beriman, kerana pertolongan Allah”. (Ar-Ruum:4-5)

<!– /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:””; margin:0in; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;} a:link, span.MsoHyperlink {color:blue; text-decoration:underline; text-underline:single;} a:visited, span.MsoHyperlinkFollowed {color:purple; text-decoration:underline; text-underline:single;} span.postedby {mso-style-name:postedby;} @page Section1 {size:8.5in 11.0in; margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; mso-header-margin:.5in; mso-footer-margin:.5in; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} –>

DR. Muhammad Mahdi Akif

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

Related Posts