Palestin: Isu Aqidah Umat Islam

alaqsaIsu Palestin bukan isu rakyat Palestin. Isu Palestin adalah isu Aqidah umat Islam seperti yang telah dikupas secara jelas oleh Syeikh Prof. Dr. Yusof Qardhawi dalam sebuah bukunya. Ulama Islam sepakat menggesa seluruh umat Islam turut serta membantu rakyat Palestin dengan apa sahaja keupayaan yang ada. HAMAS pula antara pasukan Gerakan Perlawanan Islam Palestin yang ikhlas berjuang membebaskan Palestin dari cengkaman Israel Yahudi. Namun rupanya masih ada beberapa pihak yang terjatuh dalam penyimpangan, mereka berbicara tentang kesalahan-kesalahan Hamas, dan mendakwa bahawa HAMAS adalah penyebab semua yang terjadi di Paletin. Bahkan salah seorang dari mereka menulis di sebuah surat khabar Arab: “Gempurlah mereka wahai Israel dan jangan kamu sisakan dari mereka seorang pun!!” Lantas di manakah ukhuwah imaniyah?!

Satu hal yang disayangkan bahawa sebagian ahlul ‘ilmi (orang-orang yang berilmu) tidak peduli dengan hal ini, padahal peristiwa ini sangatlah berat.

Seolah-olah Palestin ini hal yang tidak penting bagi mereka! Padahal mereka adalah orang yang paling tahu – secara teori- tentang hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yang diriwayatkan oleh Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu dalam Shahih Bukhari:

وَذِمَةُ الْمُسْلِمِيْنَ وَاحِدَةٌ يَسْعَى بِهَا أَدْنَاهُمْ

“Perlindungan kaum muslimin itu satu, orang yang terendah dari mereka dapat memberikan hal itu.” (HR. Bukhari)

Adapun tentang aqidah bara’ (berlepas diri) dari orang-orang kafir dan tidak membantu mereka dalam memerangi kaum muslimin, maka ini hanya tinggal teori dan tidak ada kaitannya dengan realiti. Padahal Allah ‘azza wa jalla telah berfirman:

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian jadikan orang-orang Yahudi dan Nasrani sebagai kawan dekat kalian. Sebahagian mereka adalah kawan bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kalian mengambil mereka sebagai kawan, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (QS. al-Maidah: 51)

Para ulama telah menganggap sebagai salah satu pembatal Islam adalah membantu orang-orang musyrik dalam memerangi kaum muslimin. Maka hendaklah waspada setiap orang yang membantu kaum Yahudi atau Nashara atau orang-orang kafir lainnya dalam memerangi kaum muslimin, bahawa Allah Yang Maha Perkasa akan murka dan menghukum mereka.

Adapun tentang husnuzh zhan (berbaik sangka) kepada Allah, maka seorang muslim seharusnya tidak sampai berburuk sangka kepada Allah Ta’ala. Barangsiapa menyangka bahawa Allah akan memenangkan orang-orang Yahudi, Nashara atau kaum kafir lainnya dalam menghadapi kaum muslimin dengan kemenangan atau menyangka bahawa al-haq (kebenaran) akan terkalahkan selamanya oleh kebatilan, maka dia telah berburuk sangka kepada Allah Ta’ala.

Juga sesiapa yang menyangka bahawa apa yang terjadi sekarang ini tidak ada hikmahnya, atau berjalan dengan sia-sia belaka, maka dia telah berburuk sangka kepada Allah. Allah Ta’ala telah berfirman memperingatkan dari sikap berburuk sangka kepada-Nya:

“Mereka menyangka terhadap Allah dengan sangkaan yang tidak benar iaitu sangkaan (orang-orang) jahiliyah.” (QS. Ali Imron: 154).

Peristiwa memilukan yang kita saksikan saat ini terjadi kerana suatu hikmah yang diketahui Allah. Allah Ta’ala tidak mentakdirkan hal ini dengan sia-sia atau mengadakannya dengan tanpa maksud. Beginilah husnuzh zhan kepada Allah Ta’ala.

Adapun keyakinan terhadap janji Allah dan pertolongan-Nya, ini adalah salah satu petanda keaktifan keimanan kepada Allah dan Rasul-Nya. Ini kerana, Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu telah meriwayatkan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bahawa baginda bersabda:

(( لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يُقَاتِلَ المُسْلِمُونَ اليَهُودَ، حَتَّى يَخْتَبِئَ اليَهُودِيُّ مِنْ وَرَاء الحَجَرِ وَالشَّجَرِ. فَيَقُولُ الحَجَرُ وَالشَّجَرُ: يَا مُسْلِمُ هذَا يَهُودِيٌّ خَلْفِي تَعَالَ فَاقْتُلْهُ؛ إلاَّ الغَرْقَدَ فإنَّهُ مِنْ شَجَرِ اليَهُودِ ))

“Tidak akan terjadi hari kiamat hingga kaum muslimin memerangi orang-orang Yahudi, lalu umat Islam akan membunuhi mereka, hingga orang Yahudi bersembunyi di balik batu dan pohon lalu batu dan pohon itu berkata, ‘Wahai orang Islam, wahai hamba Allah, ini ada orang Yahudi di belakangku, kemarilah engkau dan bunuhlah dia!’ Kecuali pohon Gharqad kerana ia adalah pohon kaum Yahudi.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Oleh kerana itu termasuk dari petanda Iman yang hidup kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam adalah membenarkan janji ini dan bahawa di tangan kaum muslimin-lah kesudahan kaum Yahudi. Maka bergembiralah wahai kaum muslimin dan berharaplah serta berbaik-sangkalah kalian kepada Allah. Pertolongan pasti akan datang. Tolonglah Allah niscaya Allah akan menolong kalian.

“Dan sungguh Allah benar-benar akan menolong orang-orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha kuat lagi Maha perkasa.” (QS. al-Hajj: 40).

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

Related Posts