Afrika Selatan: Pekerja Pelabuhan Menolak Barangan Israel

boikot-produk-yahudiPara pekerja pelabuhan di Durban, Afrika Selatan,menolak kemasukan barang-barang dari Israel. Para pekerja menolak menurunkan kargo yang dibawa kapal-kapal dari Israel yang sudah ada di pelabuhan Durban. Tindakan ini merupakan protes berani atas kebiadan Israel yang melakukan kekejaman di Gaza. Organisasi Pekerja Pelabuhan di Durban melakukan kempen penentangan yang keras terhadap Israel, yang menerapkan politik apartheid, seperti yang pernah terjadi di Afrika Selatan.

“Tindakan ini merupakan komitmen kami para pekerja pelabuhan di Afrika Selatan, yang menentang keras dan menolak segala bentuk penindasan dan ekploitasi di seluruh dunia”, ungkap seorang pekerja. Akhir minggu lalu, di Australia barat, anggota organisasi persatuan maritime Australia (Maritime Union of Australia), mendukung langkah kempen boikot yang diserukan pekerja pelabuhan di Durban, Afrika Selatan. Organisasi itu menyeru untuk memboikot ┬áseluruh barang-barang yang datang atau akan dikirim ke Israel. Organisasi pekerja pelabuhan yang jumlahnya jutaan orang di seluruh dunia itu, mengutuk secara terbuka atas sikap Israel yang mengamalkan politik apartheid yang dilakukan terhadap rakyat Palestin.

Seruan organisasi persatuan pekerja menyerukan organisasi pekerja pelabuhan diseluruh dunia, agar melakukan boikot secara besar-besaran terhadap Israel, sebagai langkah protes, dan untuk tidak menghentikan boikot, sehingga bangsa Palestin merdeka, tegas seorang aktivis organisasi pekerja pelabuhan. Ini merupakan gelombang protes terhadap Zionis-Israel, yang mendapatkan perlindungan Amerika. “Kami menyerukan kepada organisasi pekerja pelabuhan lainnya untuk mengikuti langkah kami, dan melakukan segala tindakan yang diperlukan untuk memboikot terhadap semua barang Israel, sehingga bangsa Palestin mendapatkan kemerdekaan”, tegas pemimpin pekerja itu.

Di Turki sebuah persatuan pengguna di Turki (Consummers Association of Turki), menyeru agar memboikot terhadap barang-barang Israel yang ada di Turki. “Kami tidak mahu turut serta bersama Israel untuk membunuh rakyat Palestin”, ujar seorang pemimpin organisasi itu. (m/wb/eramuslim/din

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

Related Posts