Israel Rancang Musnahkan lagi 60 ribu rumah warga Palestin

Sebuah laporan yang diterbitkan oleh Organisasi PBB untuk Urusan Kemanusiaan menegaskan bahawa kerajaan penjajah Zionis Israel mengancam menghancurkan 60 ribu rumah warga Palestin di bahagian timur al Quds. Pihaknya meminta Israel membekukan perintah penghancuran ini secepatnya.

Laporan ini pertama kali dilaporkan oleh akhbar harian Israel Ha’artz edisi Jum’at (01/05). Laporan ini mengatakan, “Sejumlah 60 ribu rumah warga Palestin di bahagian Timur a Quds terancam untuk dirobohkan.” Laporan ini dalam kesimpulannya meminta Israel membekukan perintah penghancuran rumah tersebut secepatnya.

Laporan ini menegaskan, “Orang-orang Palestin menghadapi rintangan untuk membangunkan perumahan mereka secara sah di 13% keluasan al-Quds Timur yang telah diperuntukan untuk pembangunan perumahan warga Palestin. Pemukiman-pemukiman Israel berkembang di 53% luas wilayah dari hasil rampasan demi rampasan yang dilakukan untuk mendirikan pemukiman Israel di atasnya. Hal ini bertentangan dengan perlembagaan antarabangsa.”

Laporan ini menyebutkan akibat tidak adanya perancangan pembangunan perumahan yang tersusun, maka kepadatan penduduk di al-Quds Timur sangat tinggi. Kemudahan-kemudahan umum di al-Quds Timur seperti jalan-jalan, sekolah, taman-taman awam dan yang lain-lainnya tidak dapat disediakan untuk warga Palestin di al-Quds Timur.”

tembok-pemisah-palestinSituasi ini semakin parah sejak tahun-tahun terakhir setelah pembangunan tembok pemisah rasial yang mengakibatkan sejumlah besar warga al-Quds kembali ke bandar bagi mengelakkan daripada tinggal di Timur tembok dan kemungkinan kehilangan bantuan dari pemerintah kota. Yang paling penting ketakutan mereka adalah perampasan hak mereka tinggal di kota bila mereka berada di timur tembok pemisah rasial.

Laporan PBB ini menegaskan bahawa hambatan yang dibuat oleh kerajaan penjajah Israel terhadap orang-orang Palestin di al-Quds yang meminta mendapatkan izin mendirikan bangunan, telah mendorong mereka mendirikan “bangunan illegal” dan menjadikan rumah-rumah mereka yang dibangun tanpa izin berada dalam ancaman penghancuran oleh pemerintah “haram” Israel. (seto)

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

Related Posts