Kapal Mavi Marmara Dikosongkan, Nasib Aktivis Tidak Menentu

1 Jun – Laporan terakhir mengenai keadaan misi kemanusiaan Freedom Flotilla yang dibantai oleh komando Israel menyebutkan bahawa sejumlah 535 penumpang sudah diturunkan dari kapal Mavi Marmara. Kapal itu kini dilabuhkan di Ashdod dan  dalam keadaan kosong. Informasi yang diungkapkan oleh Al-Jazeera tersebut diperolehi dari Kementerian Luar Negeri Israel.

Kebanyakan penumpang berasal dari negara yang memiliki hubungan diplomatik dengan Israel, seperti Lubnan, Mesir, Yaman dan yang lainnya. Bakinya berasal dari negara yang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel.

Bagi aktivis yang berasal dari negara yang memiliki hubungan diplomatik, jika mereka tidak membantah  arahan pemerintah maka Israel maka mereka akan dihantar pulang  secara  langsung dengan menaikkan pesawat yang disediakan di bandar Tel Aviv. Sedangkan bagi aktivis yang negaranya tidak memiliki hubungan diplomatik ditahan oleh Israel hingga ada negara ketiga yang mahu menerima mereka.

Sehingga laporan ini dicatatkan, Al-Jazeera menyatakan ada 48 aktivis yang telah dihantar pulang, salah seorangnya adalah Edward Peck, warga yang berusia 81 tahun yang juga merupakan mantan Duta Amerika Syarikat.

Bakinya sejumlah 480 orang ditahan di penjara Israel di Beersheba. Mereka akan dihantar pulang jika urusan perundangan mereka dengan kerajaan Israel selesai. (di/ajer/hc/hp)

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

Related Posts