Ramadhan dan Penjara Israel Menyatukan Kami

penjara israelHampir dapat dipastikan bahawa 11 ribu tahanan Palestin yang kini memnuhi penjara-penjara Israel sedang menapaki hari-hari Ramadhan mereka dengan penuh penderitaan. Selain itu, mereka jauh dari sanak keluarga dan kaum kerabat.

Saat saudara-saudara mereka di luar penjara sibuk menyiapkan pelagai hidangan berbuka, para tahanan itu hanya dapat menikmati makanan alakadarnya sahaja. Selain itu, para tahanan juga cuba mengatur program-program kerohanian yang dengan harapan untuk meringankan tekanan betapa kejam dan sakitnya berada di penjara.

Salah seorang tahanan yang telah dibebaskan telah menceritakan kepada Aljazeera, pada Rabu (2/9), berkaitan pengalamannya di Penjara padang pasir Naqb. Ia mengatakan, di bulan Ramadhan para tahanan semuanya berkumpul dalam satu hidangan di halaman penjara, lalu mereka berjamaah menunaikan solat Tarawih.

Tambahnya lagi, para tahanan itu bargantung kepada kocek sendiri dan sedikit bantuan dari Jabatan Tahanan Palestin untuk membeli makanan berbuka dan sahur. Mereka juga terpaksa mencatu makanan yang sangat minimum yang disediakan oleh pihak berkuasa penjara agar dapat mencukupi untuk berbuka dan bersahur.

Lebih jauh dikatakan, secara umum para tahanan memanfaatkan Ramadhan dengan ibadah, membaca Al-Quran dan mendekatkan diri kepada Allah. “Mereka memanfaatkan waktu senggang di penjara untuk membaca Al-Quran, menghafalnya, solat, mendengarkan ceramah dan beriadah,” katanya .

Sementara tahanan lainnya yang sudah dibebaskan, Hassan Raghub menjelaskan bahawa para tahanan Palestin di bulan Ramadhan memanfaatkannya dengan saling mengukuhkan hubungan di antara mereka. Segala perselisihan dinyahkan. Di dalam penjara itu, pelbagai kelompok Palestin terlihat sangat akrab dan bersatu, khususnya antara Hamas dan Fatah.

Ditegaskan Raghub, para tahanan yang berasal dari pelbagai organisasi itu sangat menginginkan adanya kesatuan dan penyatuan, untuk menyamakan persepsi dalam melawan segala bentuk kejahatan penajajah Israel.(milyas/Aljazeera)

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

Related Posts