Ulama Al-Azhar Kecam Pembinaan Tembok Besi & Seru Negara Islam Adakan Konferensi Membela Palestin

31 Dis, Kaherah – Ulama Al-Azhar mengecam keras keputusan pemerintah Mesir membina tembok besi di persempadanannya dengan Jalur Gaza. Menurut mereka, tindakan itu haram menurut syariat, perundangan dan kemanusiaan kerana ia bertujuan menyekat saudara sendiri di Jalur Gaza, menutup  pintu masuk, menghina maruah warga Gaza dan memaksa mereka tunduk kepada agenda Israel – Amerika dan melindungi Israel.

Dalam salinan keterangan yang telah ditandatangai oleh sebarisan para ulama Al-Azhar yang diterima oleh Infopalestin pada Khamis (31/12), mereka menyeru negara-negara Arab dan Islam untuk segera menganjurkan konferensi Islam Arab untuk mengambil sikap tegas terhadap pembangunan tembok besi dan menentukan perancangan konkrit dengan melihat dari seluruh dimensi, samada politik, ekonomi, media dan ketenteraan untuk membebaskan Jalur Gaza dari sekatan.

Ulama Al-Azhar meminta kepada pemerintah Mesir agar menghentikan pembangunan tembok besi itu dan meminta maaf secara rasmi kepada rakyat Gaza, menghentikan dan melarang eksport minyak ke Israel, menghentikan kesepakatan perdamaian yang tidak adil dan berat sebelah, dan menghentikan segala bentuk persekongkolan dengan Israel.

Dalam kenyataannya, ulama Al-Azhar menyerukan pentingnya mendukung jihad dan pembebasan Palestin dalam menghadapi Israel baik secara kebendaan, semangat, dan media serta menguatkan hubungan dengan mereka.

Para ulama juga menegaskan bahawa tindakan Mesir dan rakyatnya menjaga rakyat Palestin di Jalur Gaza sama halnya dengan menjaga keamanan nasional Mesir dan kedaulatannya, bukti keterikatan kuat antara umat dalam menghadapi musuh Israel. Mereka juga meminta kepada Mesir untuk mengingati firman Allah (yang maknanya)

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu bersaudara”

juga sabda Rasulullah,

“Orang muslim itu saudara muslim lainnya yang tidak menzaliminya, tidak membiarkannya dizalimi, tidak menghinakannya,” “Tolonglah saudaramu yang zalim dan yang terzalimi”

Antara Ulama Al-Azhar yang menandatangani kenyataan tersebut antaranya; Syeikh Muhammad Abullah Al-Khatib, (ulama Al-Azhar), Syeikh Dr. Abdur Rahman Al-Barr, anggota Biro Penasihat Ikhwanul Muslimin dan  pakar Hadith di Universiti Al-Azhar, dan puluhan ulama lainnya yang merupakan pensyarah di Universiti Al-Azhar. (bn-bsyrip)

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

Related Posts