Warga Palestin Di Kem Perkhemahan Gusar Saat Musim Dingin Tiba

kem palestinTatkala musim dingin tiba, wagra Palestin akan berhadapan dengan satu lagi cabaran besar dalam mengharungi hari-hari kedukaan mereka. Penderitaan itu kian berat saat musim dingin mula menghampiri, dimulai dari kurangnya bekalan gas, udara dingin menusuk salju, bekalan elektrik terpadam dan yang paling menderita adalah para penghuni kem perkhemahan setelah rumah-rumah mereka hancur yang mengakibatkan mereka terlantar di khemat-khemah tersebut.

Organisasi-organisasi PBB yang beroperasi di Jalur Gaza memperingatkan bencana kemanusiaan yang melanda Jalur Gaza yang terkepung oleh Arab dan Zionis sejak Jun 2007, dan penderitaan mereka semakin berat ketika musim dingin tiba ditambah lagi dengan badai angin dan hujan lebat.

“Musim dingin itu akan menyebabkan bencana kemanusiaan di Gaza. Kem perkhemahan, yang dihuni oleh keluarga Gaza tidak dapat menahan angin dan hujan,” ujar laporan organisasi-organisasi PBB itu seperti dikutip dari paltimes, Selasa (10/11).

United Nations Educational Scientific and Cultural Organization (UNESCO) dan United Nations Development Program melaporkan, “Serangan Yahudi Israel telah menghancurkan lebih dari 3,500 unit rumah warga Gaza, puluhan ribu keluarga terusir dan terpaksa bertebaran membawa diri demi meneruskan kehidupan, dan letupan api akibat pecahan peluru dan granat roket Israel mengakibatkan kerosakan besar ke atas 50 ribu unit rumah, dan Gaza memerlukan sekitar 60 ribu unit rumah secepatnya untuk menampung mereka yang hilang tempat tinggal akibat perang dengan keperluan dana yang sangat besar.”

Laporan juga menekankan bahawa “Keadaan khemah-khemah warga Palestin yang tinggal di dalam semakin dhaif, khemah mereka telah rosak dan koyak rabak akibat terikan matahari pada musim panas atau akibat tiupan angin yang kencang.”

Demi menghilangkan penderitaan itu, organisasi-organisasi PBB itu menyerukan untuk agar dibuka kembali persempadanan  dan di bina segera rumah-rumah yang hancur serta menyusun sebuah rancangan untuk projek-projek pembangunan dan rehabilitasi.

Ibrahim Radwan, Wakil dari Kementerian Perumahan Palestin menjelaskan, ada sekitar 60 ribu keluarga yang menderita akibat serangan agresif Zionis di Jalur Gaza, 3,500 keluarga rumah mereka hampir hancur sepenuhnya dan sampai sekarang belum dibangun kembali, sementara rumah-rumah lainnya terancam roboh.(milyas/paltms)

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

Related Posts