Zionis-Israel adalah sebuah entiti yang sangat rasis dan penjajah

Israel, AS, Kanada, Australia, Belanda, Jerman, Itali, Perancis, Poland, dan beberapa negara lainnya, terang-terangan memboikot Konferens Anti Rasisme, yang berlangsung di Geneva, Austria. Tindakan Israel dan sekutu mereka, yang terang-terangan menentang konferens itu, kerana konferens itu mengkritik segala tindakan Israel, yang sangat kejam dan brutal terhadap rakyat Palestin selama berpuluh tahun.

Bahkan, akibat kekejaman yang dilakukan oleh rejim Zionis-Israel itu, kalangan gerakan diberbagai-bagai negara menjuluki Zionis-Israel sebagai wujud atau bentuk Nazi (Hitler) abad ini, yang dengan segala kekejaman, kebiadaban, serta kebrutalannya, yang terus berlangsung sampai hari ini. Di Israel sekarang berlangsung peringatan tentang terjadinya ‘Holocaust’, sebuah peristiwa yang terjadi di zaman Nazi, di mana orang-orang Yahudi dimasukkan kem konsentrasi, kemudian di bantai oleh Nazi. Dan, praktek kekejaman Nazi itu, sekarang dipraktekkan secara telanjang oleh Zionis-Israel terhadap rakyat yang tidak berdosa di Palestin dan Arab.

Wakil Mursyid ‘Aam IKhwanul Muslimin, Dr.Mohammad El-Sayyid Habib, memberikan komentar terhadap Konferensi Anti Rasisme yang berlangsung di Geneva, dan diboikot oleh Israel serta negara Barat itu. Habibi menyatakan, bahawa sesungguhnya Zionis-Israel, tak lain adalah sebuah entiti yang sangat rasis dan penjajah. Watak atau karakter bangsa Yahudi,yang sekarang membentuk negara di tanah Palestin, dan merupakan hasil rampasan dari rakyat Palestin itu, benar-benar penjajah, yang sekarang mendapatkan perlindungan dan dukungan dari negara-negara Barat, khususnya AS.

Bukti paling nyata atas sikap rasis Israel adalah praktik-praktik politik penjajahan, pencaplokan tanah-tanah milik rakyat Palestin dengan menggunakan kekuatan militer secara biadab dan kejam, pembunuhan secara besar-besaran terhadap rakyat Palestin, pengusiran terhadap rakyat Palestin, pemenjaraan ribuan rakyat Palestin, penyiksaan terhadap rakyat Palestin, menolak kembalinya warga Palestin ke tanah air mereka, membiarkan pengungsi Palestin diaspora dan menjadi terlantar diberbagai negara, dan Zionis-Israel melakukan genoside terhadap rakyat Palestin di Gaza. “Itulah catatan kejahatan Israel”, ujar Habib. Tapi, para pemimpin Barat masih menutup mata atas kejahatan yang dilakukan oleh Zionis-Israel, ungkap El-Sayyid Habib.

Menurut El-Sayyid Habib, di dalam Islam itu, tidak ada sikap rasisme, dan tidak ada perbezaan antara Arab dan non Arab, karena setiap individu mempunyai hak yang sama, dan mereka memiliki kesetaraan (equality) dalam hidup. Tidak ada rasa superioriti antara entiti satu dengan yang lainnya, mereka semua memiliki kesetaraan dan hak yang sama. Tidak orang kulit putih memiliki superioriti atas orang kulit hitam. Menurut Habib, Islam sangat lah menghormati setiap eksistensi mahluk atau manusia.

Selanjutnya, menurut El-Sayyid Habib, bahawa di dalam Islam setiap negara mesti menghormati atas budaya, agama, toleran, dan nilai-nilai keadilan yang bersumber kepada Islam. Tidak ada hak sebuah negara memberlakukan secara kejam dan tidak adil atas negara lain atau penduduk di sebuah negara, seperti yang sekarang dijalankan oleh Israel, tegas El-Sayyid Habib. (m/Ikhwnwb)

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

Related Posts